Páginas

Jumat, 23 Maret 2012

sore dan sendiri

Nowplaying: Home - Westlife.
Ngepost lewat hape. Modem sudah tidak berlaku. (˘̩̩̩.˘̩̩̩ƪ)

Sore ini saya berjalan-jalan. Seorang diri.
Sebenarnya saya mengajak pacar saya, tapi katanya dia lagi tidak mood, mungkin dia lagi menstruasi makanya mood dia kurang oke. Iya saya mengerti, karena pacar saya ini cowok jadi-jadian. Kalo bulan purnama sudah muncul dia berubah jadi banci.

Akhirnya saya memutuskan untuk pergi sendiri saja. Karena kembali ke Bab 1 "pada akhirnya kita akan sendiri" (yoi krn dalam kubur nanti kita sendirian mahmenn!)

Lanjut, tujuan awal saya adalah makan mie ayam "Yam Mie" di Jalan Arif Rate. Perjalanan pun dimulai. Dengan bekal aqua botol berukuran sedang dan stamina yang sudah saya kumpul. Naik pete-pete kode 'J' lalu turun di depan PDAM dan jalan kaki ke arif rate. Saya perkasa kan? Yoi dong! Wajah memang manis manja, tapi saya kuat seperti baja :)

Sampai di warung mie ayam, saya langsung melahap 2 mangkok! Yoi, 2 mangkok bro! Ini lapar atau doyan? For info, saya sengaja tidak makan dari pagi karena sumpah demi apapun saya ngidam dan mau sekali makan Yam Mie. Jadi walaupun badai menghadang, saya tetap harus ke warung Yam Mie Arif Rate hari ini. Man jadda wa jada!!

Akhirnya!  Kenyang abess! Perut langsung buncit, padahal sebelumnya perut rata seperti papan tulis.

Setelah makan dan bayar di kasir, saya berpikir untuk pulang, jam menunjukkan pukul 5 sore, tapi angin berbisik untuk menyuruh saya ke pantai Losari, karena jaraknya tinggal 2x salto dan 1x tendangan bayangan. Yasudah, saya jalan lagi.

Urusan jalan kaki, saya sudah profesional. Itulah mengapa betis saya sudah 11-12 dengan betis tukang becak. Saya suka jalan kaki, karena bagus buat jantung saya.

Sampai di Jalan Pasar Ikan - Losari - saya merasakan angin sore yang enaknya wuenak tenan!! Tidak pernah saya merasa sebahagia ini. Walaupun saya masih ada pikiran yang membebani di kepala, tapi sumpah kayak enak sekali. Bangetss!!

Banyak sekali hal yang bisa saya dapatkan dengan jalan-jalan sendirian. Yaitu ketenangan. Walaupun mungkin orang lain akan bilang jalan sendiri membuat kita seperti anak hilang,desperado, dll, tapi kenyataannya lain.

Paling enak jalan sendiri terus pasang headset dan dengar lagu favorit. Itulah yang saya lakukan sembari menunggu pisang epe saya matang (sudah mie 2 mangkok.. Ini pisang epe lagi, ckckckck)

Saya duduk di pinggir pantai. Berpikir. Sambil melihat matahari terbenam. Tak kuasa air mata saya jatuh. Cuma Tuhan yang mengerti gundah gulana ini. Matahari sudah tenggelam. Saatnya saya pulang. Saya berjalan dan mengambil pete2 kode 'B' lalu turun di MTC dan lanjut naik kode 'J' untuk balik ke rumah.

Di atas pete2 saya duduk di samping Pak Sopir,

Supet: "Jalan sendirian ki?"
Saya: "iye pak!"
Supet: "beraninya.. Perempuan jaman sekarang kan manja-manja semua"
Saya: "sudah hobi pak jalan-jalan sendiri! Ehhehehe.."

Perjalanan pulang begitu indah. Saya suka Makassar di kala malam. Lampu-lampu jalan menghiasi. Mereka menghibur saya. Warnanya kuning menuju orens bersatu sama gelapnya malam.

What an amazing adventure!
Maaf kalo kurang dilengkapi gambar, saya cuma ngepost dari Opera Mini handphone.
Sekali2 jalanlah seorang diri dan pelajari lah situasi sekitar, karena biasanya ada yang beda. Wassalam :)